
Derita Lambung Kronis dan Paru! Juang Lansia Penjual Cukur Janggut

Di usianya yang kini menginjak 66 tahun, Abah Asep berjalan menyusuri aspal dengan beban dagangan yang menggantung di lehernya. Namun, beban terberat bukan pada cukur janggut atau kanebo yang ia bawa, melainkan pada dadanya yang kian sesak. Selin berjualan, di jalanan ia berjuang melawan penyakit lambung kronis, paru-paru, kelenjar, hingga batu empedu. Setiap langkahnya adalah pertaruhan nyawa; menghirup asap kendaraan di jalanan seringkali memicu sesak napas hebat. Abah harus selalu membawa obat-obatan di kantongnya, karena tanpa itu, rasa sakit bisa menyerangnya kapan saja.

Kepedihan hidup Abah Asep mencapai titik terandah ketika ia harus menjual gerobak dan motor tua, aset berharga miliknya satu-satunya untuk membiayai operasi dan bolak-balik ke rumah sakit. Kini, Abah hidup sendirian, tinggal di sebuah loteng sempit sepetak milik saudaranya yang jauh dari kata layak. Ironisnya, di tengah rasa sakit yang menggerogoti tubuh, Abah seringkali hanya mampu mengisi perutnya dengan sepiring nasi yang hanya dicampur garam dan bumbu penyedap. Jika dagangannya tak laku, Abah lebih memilih menahan lapar seharian daripada harus berutang kepada orang lain.

Luka batin Abah tak kalah perih dari luka fisiknya. Setelah dikhianati dan ditinggalkan oleh istri keduanya karena sering sakit-sakitan, Abah sempat merasa dunianya runtuh. Penyakit komplikasi yang tak kunjung sembuh dan rasa kesepian yang mendalam bahkan sempat membuat Abah nyaris mengakhiri hidupnya dengan seutas tali. Beruntung, ketukan pintu dari tetangga yang mengantarkan makanan menyadarkannya kembali. Kini, Abah hanya bisa menangis mengenang mendiang istri pertamanya, satu-satunya sosok yang tulus merawatnya tanpa pamrih.

Abah Asep masih memiliki keinginan untuk sembuh dan kembali berjualan dengan gerobak agar bebannya lebih ringan. Ia merindukan pengobatan yang layak dan nutrisi tambahan seperti madu untuk menjaga daya tahan tubuhnya yang kian merapuh. Mari kita ulurkan tangan untuk memberikan harapan hidup bagi Abah Asep. Donasi Sobat Berdampak adalah napas baru bagi paru-parunya yang sakit dan kekuatan bagi langkah kakinya yang gemetar.
Yuk, kirimkan bantuan terbaikmu untuk Abah Asep. Bantuan Sobat Berdampak adalah harapan untuk Abah terus bertahan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: [email protected]
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
-
May, 12 2026
Campaign is published
