ImageUsia 97 Tahun!!! Abah Berjuang untuk Sesuap Nasi W...
Image

Usia 97 Tahun!!! Abah Berjuang untuk Sesuap Nasi Walau Tubuh Gemetar

Image
Sukabumi, Jawa barat
Rp 1.075.258 terkumpul dari Rp 70.000.000
15 Donasi 1 bulan, 8 hari lagi

Di usianya yang hampir menyentuh satu abad, tepatnya 97 tahun, Abah Endang seharusnya menikmati sisa hidupnya dengan ketenangan. Namun, setiap pagi tepat pukul 07.00, tubuh ringkihnya yang terus bergetar hebat tetap dipaksa melangkah menyusuri warung demi warung. Abah adalah seorang pencari barang bekas atau rongsok yang sedang berpacu dengan waktu dan keterbatasan fisiknya. Dahulu ia adalah penjual buah yang tangguh, namun kini beban pikulan tak lagi mampu ditahan oleh bahunya yang kian merapuh.

Penderitaan fisik Abah bermula dari sebuah kecelakaan jatuh dari pohon saat masih remaja, yang meninggalkan efek tremor atau gemetar luar biasa di seluruh tubuhnya hingga saat ini. Setiap kali melangkah, tubuh Abah bergetar seolah kehilangan keseimbangan, hingga tak jarang ia tersungkur jatuh di jalanan. Namun, dengan semangat yang melampaui logika usianya, Abah selalu bangkit berdiri. Ia sering berbohong kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak merasakan sakit, padahal setiap malam, Abah harus menahan pegal yang hebat dan hanya bisa mengandalkan obat warung agar tubuhnya bisa kembali digerakkan esok hari.

Abah kini tinggal menumpang di rumah anak perempuannya karena sudah tidak mampu lagi membayar uang kontrakan. Di tengah kondisi ekonomi anaknya yang sedang sulit dan serabutan, Abah merasa sangat sungkan jika hanya berdiam diri. Meskipun keluarga sudah melarangnya turun ke jalan karena takut Abah jatuh dan tak bisa bangun lagi, ia tetap memaksakan diri mencari rongsok demi membantu biaya hidup sehari-hari. Baginya, membantu anak adalah cara untuk membalas rasa "tidak enak" karena telah menumpang hidup.

Kehidupan di jalanan pun tak ramah bagi lansia seperti Abah. Ia pernah ditipu menggunakan uang palsu, bahkan preman tega menjarah uang recehan hasil keringatnya dari kantong bajunya sendiri. Tak jarang, rongsokan yang sudah dikumpulkan dengan susah payah oleh pemilik warung untuknya, justru diambil orang lain sebelum Abah tiba. Untuk minum pun Abah kesulitan; tangannya yang gemetar hebat membuatnya tidak mampu membuka tutup botol sendiri dan harus dibantu orang lain. Ia juga tidak bisa makan di luar rumah karena harus menggunakan alat bantu akibat kondisinya tersebut.

Abah Endang kini hanya memiliki keinginan yang sangat sederhana namun begitu tulus. Ia ingin memiliki sedikit bekal di masa tuanya agar kelak jika ia tiada, ia tidak merepotkan keluarganya sedikit pun. Ia juga sangat berharap bisa membantu menstabilkan ekonomi anak yang ditumpanginya agar cucu-cucunya bisa hidup lebih layak. Mari kita bantu Abah Endang mendapatkan masa tua yang lebih tenang tanpa harus bertaruh nyawa di jalanan dengan tubuh yang gemetar. Bantu dengan cara: 

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: [email protected]

 

Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili poroskebaikan.com

  • May, 12 2026

    Campaign is published

dev5 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.462
Insan Dermawan12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.000
Insan Dermawan12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.725
Insan Dermawan13 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 502.125
Insan Dermawan13 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.000
Bagikan melalui:
✕ Close