
71 Tahun Sakit dan Sendiri, Abah Miang Bertahan di Gubuk Reyot


Di usianya yang sudah 71 tahun, Abah Miang harus menjalani hidup seorang diri di sebuah gubuk kecil reyot di bantaran sungai. Sehari-harinya, Abah biasa mencari rongsokan di jalanan. Namun kini, Abah sedang sakit sehingga tak lagi sanggup berkeliling mencari barang bekas. Untuk sekadar makan, Abah hanya mengandalkan belas kasih tetangga yang peduli.

Malam hari adalah saat paling berat bagi Abah. Ia harus tidur di gubuk reyot yang ditopang kayu, tanpa listrik, hanya beralaskan busa lusuh, bahkan sering digigit tikus saat terlelap. Kesepian, sakit, dan keterbatasan membuat hari-hari Abah semakin berat untuk dijalani.

Tetangga sekitar pun berusaha membantu semampunya, namun itu belum cukup. Apalagi Abah juga mengalami sedikit gangguan mental sehingga semakin sulit untuk bertahan sendiri di usia senjanya.
#kawanaksi, ayo bersama-sama kita ringankan derita Abah Miang. Uluran tangan kita bisa menjadi cahaya harapan bagi beliau yang kini menjalani hari-hari penuh kesepian dan keterbatasan.
Disclaimer:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
-
Februari, 26 2026
Campaign is published
