
Sudah 3 Tahun Masjid Mangkrak, Warga Terpaksa Salat Berjamaah Di Bawah Terpal
"Bukan karena kami tak ingin membangun, tapi karena kemampuan kami memang terbatas."
Kalimat itulah yang menggambarkan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan rumah Allah yang telah menjadi pusat ibadah mereka selama bertahun-tahun.

Berawal dari sebuah mushola sederhana pada awal tahun 2000-an, masyarakat bergotong royong membangun tempat ibadah agar dapat digunakan bersama. Seiring bertambahnya jumlah jamaah, mushola itu dipindahkan ke lokasi yang lebih luas dan strategis. Hingga akhirnya, pada tahun 2012 berdirilah Masjid Nurul Huda, yang menjadi pusat salat berjamaah, pengajian, majelis taklim, hingga tempat anak-anak belajar Al-Qur'an.
Namun ujian datang pada tahun 2022. Kondisi atap masjid yang sudah lapuk nyaris roboh dan membahayakan keselamatan jamaah. Masyarakat memutuskan melakukan renovasi total meskipun mereka tidak memiliki dana kas pembangunan. Seluruh biaya renovasi hanya mengandalkan hasil iuran warga. Ada yang menyisihkan Rp50.000, ada yang Rp100.000, adapun yang membantu sesuai kemampuan. Dari kebersamaan itu terkumpul sekitar Rp12 juta, yang langsung digunakan untuk membeli material bangunan.

Sayangnya, kebutuhan pembangunan jauh lebih besar dibandingkan dana yang tersedia. Memasuki tahun 2023, pembangunan terpaksa dihentikan karena dana benar-benar habis. Sejak saat itu hingga hari ini, Masjid Nurul Huda telah terbengkalai selama tiga tahun. Selama tiga kali Ramadan, tiga kali Idulfitri, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, masyarakat tidak lagi memiliki masjid yang layak untuk digunakan.
Selama masa pembangunan yang terhenti, masyarakat harus mencari alternatif tempat ibadah. Shalat berjamaah, pengajian, dan kegiatan belajar mengaji anak-anak terpaksa dilaksanakan di bawah terpal sederhana yang dipasang di sekitar area masjid. Bahkan, selama tiga kali Hari Raya Idulfitri terakhir, warga belum bisa merasakan kebersamaan beribadah di masjid mereka sendiri.

Meski demikian, masyarakat tidak pernah menyerah. Hingga hari ini mereka masih terus mengumpulkan sedikit demi sedikit dana untuk membeli material, seperti genting dan kebutuhan bangunan lainnya. Semangat mereka tidak pernah padam, tetapi kemampuan mereka memiliki batas.
Karena itu, kami mengajak Sahabat Kebaikan untuk menjadi bagian dari perjuangan ini. Mari bantu selesaikan pembangunan Masjid Nurul Huda, agar masyarakat kembali memiliki rumah Allah yang aman dan nyaman untuk beribadah.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa membangun masjid karena Allah, walaupun sebesar sarang burung atau lebih kecil dari itu, niscaya Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
(HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
InsyaAllah, setiap donasi yang Sahabat titipkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir selama masjid ini digunakan untuk salat berjamaah, mengaji, menuntut ilmu, dan berbagai aktivitas kebaikan lainnya.
_________________________________________________
Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
-
July, 24 2026
Campaign is published
