ImageBantu Bu Hasanah dari Gerogotan Kanker Kulit Ganas...
Image

Bantu Bu Hasanah dari Gerogotan Kanker Kulit Ganas

Rp 26.039 terkumpul dari Rp 100.000.000
1 Donasi ∞ hari lagi

Di usianya yang telah menginjak 81 tahun, senja kehidupan seharusnya menjadi waktu bagi Nenek Ende untuk beristirahat. Namun, bagi nenek lanjut usia ini, setiap fajar adalah awal dari perjuangan hidup yang teramat berat. Langkah kakinya yang mulai renta tak pernah surut demi menyambung nyawa keluarganya.

Nenek Ende memikul beban batin yang luar biasa. Anak tercintanya, Ibu Hasanah, Sejak tahun 2017 terkena Penyakit kanker tumor kulit ganas perlahan-lahan menggerogoti wajahnya. Rasa sakit fisik yang teramat sangat harus ia tanggung setiap detik.

namun ada luka lain yang tak kalah perih di hatinya. Di tengah perjuangan melawan kanker, sang suami yang juga terserang stroke tak kunjung sembuh akhirnya pergi meninggalkannya.

Di sebuah rumah sederhana, Ibu Hasanah bertahan hidup bersama ibunya yang sudah lansia dan kedua anaknya yang masih menapak bangku sekolah. Demi masa depan anak-anaknya itulah, Ibu Hasanah menolak untuk menyerah.

kini tengah digerogoti oleh keganasan kanker kulit. Di saat yang sama, nenek ende harus menjadi tumpuan bagi kedua cucunya yang masih kecil dan duduk di bangku sekolah.

Demi obat sang anak dan masa depan cucunya,Nenek Ende rela memeras keringat sebagai buruh pembuat genteng tanah liat. Dari pagi buta hingga matahari tenggelam, jemari rentanya bergulat dengan tanah liat yang dingin dan keras. Pekerjaan fisik yang begitu menguras tenaga itu hanya dihargai dengan upah Rp30.000 per hari.

Tiga kali menjalani operasi sudah ia lewati. Wajahnya kini menjadi saksi bisu perjuangan: kulit wajah yang rusak terpaksa ditambal dengan kulit dari kepala dan pahanya. Medis mengatakan pengobatan ini belum selesai. Masih butuh beberapa kali operasi lagi agar ia bisa sembuh. Namun, apa daya? Roda ekonomi yang lumpuh total memaksa pengobatan medis itu terhenti di tengah jalan.

Tanpa biaya untuk kembali ke rumah sakit, Ibu Hasanah kini hanya bisa pasrah merawat lukanya dengan ramuan dan bahan-bahan alami seadanya dari kampung. Ibu Hasanah tidak meminta kemewahan, ia hanya ingin sembuh agar bisa membesarkan anak-anaknya, Setiap tetes ramuan yang diusapkan ke wajahnya mengalir bersama harapan agar ia diberi umur panjang dan berubah menjadi untaian doa di atas sajadah.untuk melihat anak-anaknya tumbuh dewasa.

Kesulitan Nenek Ende tidak berhenti di sana. Jarak sejauh 5 kilometer menuju tempat kerja harus ia taklukkan setiap hari. Tanpa kendaraan, tanpa kemewahan, jarak sejauh itu ia tempuh hanya dengan mengandalkan kedua kaki tuanya yang sering kali terasa linu dan lelah. Setiap jengkal langkah di jalanan adalah bukti cinta dan keteguhan hati seorang ibu yang menolak menyerah pada takdir.

Mari bersama-sama kita ringankan bebannya dan kembalikan senyum di wajahnya.
Jangan biarkan perjuangan Ibu Hasanah dan Nenek Ende terhenti di sini. Ulurkan tanganmu sekarang untuk membantu biaya pengobatan Ibu Hasanah agar beliau bisa sembuh dan kembali merawat anak-anaknya.
Yuk, klik tombol 'Donasi Sekarang' di bawah untuk berbagi kebaikan.

_______________________________________________________________

Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).

  • July, 14 2026

    Campaign is published

Insan Dermawan10 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.039
Bagikan melalui:
✕ Close