
Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian, Bantu Para Lansia Dapatkan Hidup Layak
Hidup di usia senja bukan perkara mudah. Tenaga mulai terbatas, penghasian nyaris tidak ada, sementara harga kebutuhan pokok terus naik. Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat, justru banyak lansia yang masih harus berjuang demi sekadar bertahan.
Lebih menyayat hati, tak sedikit dari mereka yang menjalani hari seorang diri. Tubuh yang tak lagi kuat bekerja dipaksa menghadapi satu pertanyaan yang selalu datang setiap hari, hari ini bisa makan atau tidak? Mungkin bagi sebagian lansia dhuafa, makan bukan lagi rutinitas, melainkan harapan.

Mak Romlah, 86 tahun , duduk di pinggir jalan setiap hari menjual kopi dan air mineral. Tubuhnya sudah renta, tapi tangannya tak pernah berhenti bekerja. Hasil jualannya kadang hanya Rp10.000, bahkan pernah diambil orang tanpa membayar. Di sela lelahnya, Mak Romlah tetap setia membaca Al-Qur'an, seolah mencari kekuatan di antara ayat-ayat suci yang menenangkan hati.

Ada pula Nek Kariyem, 79 tahun, yang tubuhnya kini bungkuk tapi masih mengemudikan gerobak sayur. Panas, hujan, dan debu jalanan menjadi saksi perjuangannya. Pernah ia ditipu dengan uang palsu, dan di hari lain, hanya bisa makan nasi tanpa lauk karena dagangannya tak laku. Namun, wajahnya tetap tersenyum, seolah ingin berkata: “Selama masih bisa berdiri, aku tak akan menyerah.”
Mereka sebenarnya ingin beritirahat. Tubuh tua itu sebenarnya sudah tak lagi kuat membawa beban, namun hidup memaksa mereka terus bertahan. Demi bisa makan hari ini, demi tidak menyusahkan siapa pun, mereka memilih tetap berjalan meski sering kelelahan
Melalui campaign ini, kamu bisa jadi alasan mereka tetap kuat menjalani hari. Di usia yang tak lagi muda, mereka masih harus bertahan. Sedikit bantuan dari kita bisa jadi harapan besar bagi mereka.
Yuk, klik Donasi Sekarang dan temani perjuangan para lansia dhuafa.
-
Februari, 12 2026
Campaign is published
