ImagePilu! Tangan Patah, Kakek Muadzin Rawat Istri Stro...
Image

Pilu! Tangan Patah, Kakek Muadzin Rawat Istri Stroke

Rp 0 terkumpul dari Rp 25.000.000
0 Donasi 1 bulan, 4 hari lagi

Di usia senjanya yang menginjak 62 tahun, Pak Mami harus memikul beban hidup yang teramat berat. Dengan kedua tangannya yang patah dan bengkok permanen, ia harus merawat istrinya, Ibu Mimin (53 tahun), yang mengalami kelumpuhan total akibat stroke sejak dua tahun lalu. 


Sudah dua tahun lamanya Ibu Mimin terserang stroke yang melumpuhkan seluruh tubuhnya. Berbagai pengobatan medis maupun tradisional sudah diikhtiarkan, namun belum membuahkan hasil. 

 

Karena anak-anaknya merantau dan berkeluarga, Pak Mami harus mengurus sang istri seorang diri dari pagi hingga malam. 

Demi menyambung hidup, Pak Mami bekerja sebagai petani kapulaga (kapol) dengan penghasilan yang sangat tidak menentu.

Nahasnya, kondisi fisik Pak Mami sendiri sangat memprihatinkan. Kedua tangannya terlihat patah dan terkulai lemas (ngaplek) akibat cedera saat bermain bola di masa muda yang tidak diobati dengan benar. Tak hanya itu, ia juga menderita radang tulang, asam lambung, hingga tekanan darah tinggi yang pernah menyentuh angka 210. 

 

Jika penyakitnya kambuh, dadanya terasa tertusuk hebat dan kepalanya luar biasa pusing. 

"Saya sering di kebun suka tiba-tiba sakit, keringat bercucuran, terus tergeletak jatuh karena nahan sakit," ujar Pak Mami. 

 

Untuk pergi ke rumah sakit, jaraknya sangat jauh dari kampung dan membutuhkan biaya transportasi yang sama sekali tidak mereka miliki.

Fisik Pak Mami pun kian hari kian menyusut termakan usia dan rasa sakit yang ditahannya sendirian.

 

"Ini teh (mengusap kakinya) dulu mah besar berotot, sekarang mah kecil begini kaya tinggal tulangnya aja hehehe," lirih Pak Mami, mencoba tersenyum di balik penderitaannya.



 

Di sela-sela himpitan ekonominya, beliau tetap menjaga ibadahnya dengan mengabdi sebagai muadzin sekaligus tukang bersih-bersih masjid tanpa pernah meminta bayaran sepeser pun. 



Kini, Pak Mami memendam harapan yang sangat sederhana. Ia ingin sekali bisa membelikan kebutuhan popok (pampers) harian untuk sang istri. Ia juga bermimpi memiliki sedikit bantuan modal agar kebun kapulaganya bisa lebih subur, serta memiliki biaya untuk membawa dirinya dan sang istri berobat ke rumah sakit.

#TemanExplore, mari temani perjuangan Pak Mami. Jangan biarkan kakek tangguh ini terus-terusan rubuh tak sadarkan diri di kebun sendirian. Sedikit bantuan dari kita akan menjadi harapan baru bagi kesembuhan dan kelangsungan hidup mereka.

 

Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan serta memenuhi segala kebutuhan keluarga Pak Mami. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi.

________________________________________

Disclaimer: Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).  

  • July, 15 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Bagikan melalui:
✕ Close