
TBC Kronis! Abah Bertumpu Pada Istri Buruh Cuci

Di sebuah rumah yang kini sunyi karena barang-barangnya habis terjual, Abah Kusnadi (69 tahun) terbaring lemah melawan TBC kronis yang kian menggerogoti tubuhnya. Ironisnya, sebelum terbaring lemah, Abah menyambung nyawa dengan memulung sayur sisa panen orang lain untuk dijual kembali demi Rp20.000 sehari. Kini, Abah tak lagi bisa berdiri. Jangankan bekerja, untuk makan saja Abah harus dipaksa menelan bubur dengan dorongan air agar tidak dimuntahkan kembali. Setiap kali buang air besar, Abah merintih kesakitan karena kotorannya bercampur darah, sementara ia hanya bisa pasrah bergantung pada pampers di atas kasur.

Penderitaan keluarga ini seolah tak berujung. Istri Abah yang sebelumnya terserang stroke, terpaksa kembali menyeret kakinya menjadi buruh cuci demi mencari sesuap nasi setelah barang-barang rumah seperti tabung gas hingga mesin kayu habis dijual untuk makan. Namun, pertahanan itu runtuh; Emak kembali tumbang terkena serangan stroke susulan hingga tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Kini, pasangan lansia ini harus dilarikan ke rumah sakit secara bersamaan dalam kondisi kritis tanpa memiliki tabungan sepeser pun.


Di tengah sesak napasnya, pikiran Abah justru lebih tersiksa oleh utang kepada bank keliling dan tetangga yang ia pinjam demi ongkos berobat dan sesuap nasi. Setiap malam Abah tak bisa tidur, bukan hanya karena sakit, tapi karena dihantui cicilan yang terus menumpuk. Perihnya lagi, di masa kritis ini, Abah merasa terlantar; ketiga anaknya yang hidup pas-pasan jarang menjenguk, bahkan salah satunya harus ditelepon berulang kali oleh RT hanya agar mau merawat sang ayah di rumah sakit.

Abah sangat ingin sembuh dan melunasi semua utangnya agar tidak lagi menjadi beban pikiran di sisa usianya. Ia tak ingin melihat istrinya yang sakit-sakitan terus memaksakan diri bekerja sebagai buruh cuci. Mari ulurkan tangan untuk membantu biaya pengobatan TBC Abah, perawatan stroke Emak, dan membebaskan mereka dari jeratan utang yang mencekik. Klik tombol donasi sekarang untuk memberikan harapan yang kian menipis bagi Abah dan Emak.
Mari kita ringankan langkah Abah Kusnadi menuju kesembuhan.
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: [email protected]
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Disclaimer: Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
-
April, 30 2026
Campaign is published
