
DARURAT! Kanker Mata Ancam Renggut Nyawa Balita

Ibu mendengar Rifqi menangis lebih kencang dari biasanya. Saat didekati, ia terkejut bukan main Ia menemukan darah mengalir deras dari mata kiri anaknya. Mata itu tampak membesar, menonjol keluar… bisa pecah kapanpun!

Sejak lahir, matanya memang tampak berbeda. Bagian hitamnya melebar, namun keluarganya—yang hidup dalam keterbatasan—hanya bisa berharap kondisinya tidak serius. Mereka tidak punya biaya untuk pemeriksaan rutin; ayah hanya buruh lepas, ibu menjaga empat anak di rumah.

Saat Rifqi berusia setahun, barulah ia dibawa ke rumah sakit. Ia sempat membaik, tapi ketenangan itu hanya sebentar. Pembengkakan kembali muncul, tumbuh lebih cepat, lebih besar, dan lebih menyakitkan. Hingga akhirnya… mata kecil itu mengeluarkan darah.

Dokter menyampaikan kabar yang menghancurkan hati keluarga bahwa Rifqi menderita kanker mata yang agresif. Rifqi tidak tahan melihat cahaya. Sedikit saja sinar masuk, ia langsung menangis menjerit, memeluk ibunya erat-erat.
Dan untuk menyelamatkannya, Rifqi harus segera dirujuk ke rumah sakit besar dan menjalani tindakan medis yang biayanya mencapai ratusan juta rupiah.
BPJS tidak menanggung semua obat dan prosedur yang dibutuhkan untuk kanker jenis ini hingga pengobatan Rifqi ditunda. Ayahnya sudah berhenti bekerja dan kini tak sanggup lanjutkan obati sang buah hati bahkan pilu untuk makan sehari-hari keluarga ini dibantu saudara dan para tetangga
_____________________________________
Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
-
April, 11 2026
Campaign is published
