
Sedekah Jariyah 40 Santri Tuli

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara…” (HR. Muslim 1631)
Bayangkan…Saat kita sudah di dalam kubur. Tak ada lagi harta. Tak ada lagi jabatan. Tak ada lagi kesempatan beramal. Lalu tiba-tiba pahala terus mengalir… karena ada ayat Al-Qur’an yang sedang dihafalkan.
Di sebuah sudut Temanggung, berdiri Pondok Pesantren Tuli ABATA. Tempat 40 santriwati tunarungu menghafal Al-Qur’an… dalam sunyi. Mereka tak pernah mendengar suara adzan. Tak pernah mendengar lantunan ayat dibacakan. Namun dengan bahasa isyarat dan gerakan tangan, mereka mengeja Kalamullah dengan penuh cinta.

Semua ini bermula dari seorang ayah dan ibu. Ustadz Mukhlisin dan istrinya hanya ingin satu hal: putri tunarungu mereka bisa mengenal Allah dan menjadi hafidzah. Dari rumah kontrakan kecil berisi 3 santri…kini menjadi 40 anak. Dan ratusan lainnya masih menunggu giliran. Namun kondisi pondok sangat memprihatinkan. Kamar 2x2 meter diisi hingga 6 anak. Sebagian belajar di luar tanpa atap. Belum memiliki mushola yang layak. Untuk makan pun sering bergantung pada donatur— pernah hanya meminta kacang hijau untuk sahur dan berbuka. Mereka tidak pernah dipungut biaya. Tapi semangat mereka tak pernah berhenti. Kini dibutuhkan dana ratusan juta rupiah untuk membangun kamar tidur yang manusiawi dan mendirikan mushola pertama sedang mereka butuhkan.

#OrangBaik, Maukah Anda menjadi bagian dari pahala jariyah ini? Setiap rupiah yang Anda titipkan, akan berubah menjadi ayat yang dihafalkan. Dan setiap ayat itu… bisa menjadi saksi di akhirat. Karena mungkin…jalan terang kita nanti datang dari tangan-tangan kecil yang mengisyaratkan Al-Qur’an dalam diam.
_____________________________________________________________
Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
-
June, 3 2026
Campaign is published
