
Difabel Berjuang Hidupi Istri Dengan 1 Kaki

“Saya sering terserempet mobil atau motor yang lewat dengan kecepatan tinggi. Untungnya ada istri saya, yang bantu saya berdiri lagi. Kami sudah tidak ada keluarga lain. Hanya ini yang bisa kami lakukan, agar tidak diusir dari kontrakan dan terlantar…”, ucap Abah Kiranta.
Meski kondisi tubuhnya tidak sempurna, Abah Kiranta tidak pernah menyerah dengan keadaannya. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama istri, ia terus berjuang meski hanya mengandalkan sebelah kakinya saja.

Dari pagi hingga petang, Abah tidak kenal lelah untuk berjualan tisu di pinggiran jalan demi bertahan hidup. Dengan menggunakan kursi roda pemberian tetangganya, ia terus mengayuh dan terus menawarkan tisu-tisunya kepada setiap pengendara yang lewat.
Namun, berjualan dengan menggunakan kursi roda tidaklah mudah. Beberapa kali Abah hampir terserempet kendaraan-kendaraan yang lewat. Tubuhnya yang renta, membuat Abah sudah kesulitan untuk bergerak cepat. Apalagi tangan kirinya juga sudah tidak bisa digunakan.

Meski sudah berjualan dari pagi hingga petang, jarang sekali dagangan tisu Abah bisa habis terjual. Dalam sehari, paling banyak Abah hanya bisa menjual 5 buah tisu saja. Keuntungannya hanya 20 ribu!
Tak heran Abah dan istrinya sering kelaparan karena hanya cukup untuk membeli sedikit beras. Sering mereka gunakan untuk makan selama 2 hari, karena tidak memiliki cukup biaya lagi untuk membeli beras lainnya.

Selain harus memikirkan kondisi perut tuanya, Abah Kiranta juga harus segera memikirkan biaya kontrakan yang sudah menunggak berbulan-bulan. Ia harus segera melunasi sebelum pemilik kontrakan mengusir Abah dan istrinya.

Abah dan istrinya sudah tidak punya keluarga lain. Mau tak mau Abah harus berjuang sendirian. Jika sampai diusir dari kontrakannya, Abah tidak tahu harus tinggal dimana lagi bersama istrinya. Ya Allah..
“Istri saya juga sudah sakit-sakitan. Nggak mungkin memaksa istri saya untuk bekerja setiap hari ikut dengan saya. Namun kalau tidak ada istri saya, saya juga kesulitan untuk berkeliling menawarkan tisu-tisu ini.”
***
#OrangBaik, tegakah kalian membiarkan Abah Kiranta dan istrinya hidup seperti ini? Maukah kalian dukung perjuangan Abah agar bisa sedikit hidup layak di hari tuanya?
-
June, 5 2026
Campaign is published
