
Panti Katolik Krisis, Lansia Sakit Tanpa Obat

“Tuhan, tolong jaga Opa dan Oma yang tak lagi punya siapa-siapa ini…Mereka orang-orang baik, tapi kini hidup dalam kesulitan dan kesendirian.”

Opa Kartono (75 tahun) tak pernah menyangka harus menghabiskan hari tuanya di Panti Kasih Sayang. Tak menikah dan tak memiliki keluarga, kini ia hanya bisa duduk terdiam, menahan sakit di kakinya yang semakin melemah.

Bukan hanya Opa Kartono, ada puluhan oma dan opa lainnya yang bernasib serupa. Dulu, mereka adalah orang-orang yang penuh kasih, membesarkan anak, mencintai keluarga, dan bekerja keras. Namun kini, mereka justru dilupakan.

Namun, dengan keterbatasan yang ada, makanan yang tersedia sering kali hanya berupa lauk sederhana yang harus dibagi-bagi.
Bukan hanya itu, mereka juga membutuhkan popok dewasa, obat-obatan, serta perawatan kesehatan yang layak.

Jangankan dikunjungi, untuk sekadar mendapatkan bantuan finansial dari keluarganya pun jarang, bahkan ada yang tak pernah sama sekali.
“Bapa yang bertahta di kerajaan surga, terima kasih telah menguatkanku hingga saat ini. Terima kasih karena aku dikelilingi sesama yang baik hatinya."
Dengan segala kelapangan hati, mohon lindungi anak-anakku dimanapun mereka berada. Tak apa mereka tak mengunjungiku. Mereka tetap mengingatku saja, itu sudah cukup bagiku.”

Doa ini selalu dipanjatkan oleh salah satu oma di panti setiap menjelang tidur. Doa yang sama terus berulang, dengan harapan ada keajaiban datang. Namun, anak-anaknya tak kunjung datang.
Panti Kasih Sayang sudah berdiri sejak tahun 1990, menjadi rumah bagi oma opa yang kehilangan keluarga dan tempat bergantung.
Sahabat Terkasih, mungkin keluarga telah meninggalkan oma opa ini. Tapi dukungan dan kasih sayang kita bisa menjadi cahaya bagi mereka. Yuk, genggam tangan renta mereka. Beri mereka sedikit berkat kebahagiaan dari kita.
_____________________________________________________________________
Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
-
June, 3 2026
Campaign is published
