
Lukman, Jalani Hidup Sulit, Memulung Demi Keluarga
Lukman (13th), sudah memikul beban yang seharusnya tidak ditanggung oleh seorang anak seusianya. Sejak ayahnya meninggal dan ibunya mengalami gangguan mental, Lukman menjadi tulang punggung keluarga.

Setiap hari, setelah pulang sekolah, ia berkeliling memulung barang bekas dengan masih mengenakan seragam sekolah. Sering kali, ia harus menahan lapar sepanjang hari karena tidak ada makanan di rumah. Apa pun ia hadapi demi bisa membawa pulang sedikit uang untuk membeli beras agar bisa makan bersama ibu dan adiknya.

Perjalanan Lukman tidak mudah. Ia sering dikira pencuri, bahkan menjadi bahan ejekan teman-temannya. Namun, ia tak pernah menyerah. Ia tetap bersemangat sekolah, belajar dengan tekun di sela-sela waktu istirahatnya saat bekerja.
Meskipun hidupnya penuh keterbatasan, Lukman tetap berprestasi. Ia pernah meraih juara 1 adzan di sekolah dan juara 3 cerdas cermat tingkat SD se-Kota Langsa. Ia bercita-cita menjadi seorang TNI atau polisi agar bisa mengubah nasib keluarganya.

Saat ini, Lukman dan keluarganya menumpang di rumah kosong milik tetangga dengan penerangan seadanya. Dulu, ketika ayahnya baru meninggal, ia dan adiknya bahkan sempat berhenti sekolah karena tidak punya biaya. Namun, berkat bantuan tetangga yang peduli, ia bisa kembali bersekolah. Sayangnya, semangat saja tidak cukup. Lukman masih membutuhkan bantuan agar bisa terus belajar tanpa harus bekerja keras demi sesuap nasi.
Ramadan #bangkibareng, di bulan penuh kebaikan ini, mari sisihkan rezeki kita agar Lukman bisa bersekolah tanpa harus mencari nafkah sendirian. Salurkan kebaikanmu dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
-
Februari, 12 2026
Campaign is published
