
Sejak kecil, Teten (21) sudah terbiasa hidup dalam kesulitan. Namun, sejak ayahnya meninggal 10 tahun lalu, bebannya semakin berat. Sekarang, ia harus menjadi tulang punggung bagi adiknya, Kurnia (12), yang mengidap cerebral palsy. Ibu mereka yang bekerja sebagai asisten rumah tangga berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi penghasilannya tidak cukup, terutama untuk perawatan Kurnia.

Demi bertahan hidup, Teten berjualan sayur keliling setiap hari. Ia berjalan kaki dari rumah ke pasar, menawarkan dagangannya meski sering ditolak. Saya suka bawa Kurnia jualan, bukan biar dikasihani... tapi kalau ditinggal sendirian di rumah, saya takut dia kenapa-napa, ujar Teten.

Di musim hujan ini, dagangannya sering tidak laku. Teten bilang, makan dengan nasi saja atau bahkan tidak makan sama sekali sudah jadi hal biasa. Saya mah gapapa nggak makan, yang penting Kurnia dulu… Nggak papa ya dek cuma sama nasi? Yang penting perut dedek nggak perih, ucapnya lirih.

Meski lelah, Teten tidak pernah menyerah. Setiap langkahnya adalah perjuangan untuk adiknya. Ada kalanya ia merasa putus asa, tapi senyum dan tawa Kurnia menjadi motivasi terbesarnya. Baginya, mereka hanya punya satu sama lain, dan ia tidak akan membiarkan Kurnia menghadapi dunia sendirian.
Teten ingin sekali membawa Kurnia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Namun, rumah sakit terlalu jauh, dan mereka tidak punya ongkos. Jika Kurnia demam tinggi atau kejang, Teten hanya bisa mengompresnya dengan air hangat, berharap kondisinya membaik. Kalau ditanya cita-cita, saya mah cuma pengen Kurnia bisa sembuh. Biar dia bisa sekolah kayak anak-anak lain dan punya masa depan lebih cerah daripada saya, harapnya.
Insan Baik, Teten dan Kurnia Butuh Bantuan Kita Sekarang!
Setiap hari, Teten berjuang keras demi mencukupi kebutuhan dirinya dan adiknya, Kurnia, yang membutuhkan perawatan khusus. Namun, perjuangan ini semakin berat, dan tanpa bantuan, mereka bisa semakin kesulitan. Kebutuhan makan, biaya kesehatan, dan kehidupan sehari-hari mereka bergantung pada penghasilan kecil dari jualan sayur. Kita tidak bisa membiarkan mereka berjuang sendirian!
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk operasional pengobatan, modal usaha, dan santunan sandang pangan bagi Teten serta Kurnia. Sebagian donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lain di bawah naungan Amal Baik Insani.
![]()
Belum ada Fundraiser