
Suara Radio Jadi Teman Wati Saat Abah Sarkim Cari Rongsok
Di usia 75 tahun, Abah Sarkim masih harus berjuang seorang diri demi merawat anak tercintanya, Wati, yang sudah lumpuh sejak lahir dan hanya bisa terbaring lemah selama 40 tahun.

Setiap hari, kehidupan Abah Sarkim dipenuhi perjuangan yang tak mudah. Dari pagi hingga siang, beliau merawat Wati sepenuh hati. Tubuh Wati kaku dan tak mampu bergerak normal. Untuk pergi ke kamar mandi saja, Wati harus mengesot sambil tiduran. Terkadang ia berusaha makan sendiri tanpa bantuan ayahnya.

Namun kondisi itu sangat berat dijalani sendirian.
Karena kebutuhan hidup terus berjalan, Abah Sarkim baru bisa keluar mencari rongsok mulai pukul 3 sore hingga waktu maghrib. Dalam seminggu, hasil rongsok yang terkumpul hanya sekitar satu karung dengan nilai kurang lebih Rp15.000.

Penghasilan kecil itu harus cukup untuk kebutuhan hidup mereka berdua.
Saat Abah Sarkim pergi mencari rongsok, Wati hanya ditemani suara radio di rumah agar tidak merasa kesepian. Sebab jika terlalu sedih atau merasa sendiri, epilepsi yang dideritanya bisa kambuh sewaktu-waktu. Ketika kejang datang, seluruh tubuh Wati akan kaku. Tanpa obat dan tanpa biaya pengobatan, Abah Sarkim hanya bisa menenangkan anaknya dengan penuh kasih sayang.

Dulu, Abah Sarkim sempat bekerja di perantauan dan berjualan bakso selama 15 tahun. Namun setelah sang istri meninggal karena penyakit jantung, beliau rela meninggalkan pekerjaannya dan pulang ke kampung demi merawat Wati yang tak punya siapa-siapa lagi.
Kini di usia senja, Abah Sarkim sendiri juga sedang sakit lambung. Meski tubuhnya semakin renta, beliau tetap bertahan demi anaknya.
Harapan Abah Sarkim sederhana. Ia ingin Wati bisa mendapatkan pengobatan dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Beliau juga ingin kembali berjualan bakso di depan sekolah seperti dulu, namun tidak memiliki modal untuk memulai usaha.
Sementara harapan Wati begitu menyentuh hati:
Ia hanya ingin bisa berjalan seperti orang lain.
Melalui penggalangan dana ini, kami mengajak sahabat semua untuk membantu perjuangan Abah Sarkim dan Wati. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk:
- Membantu biaya pengobatan dan kebutuhan kesehatan Wati
- Membantu kebutuhan sehari-hari Abah Sarkim dan Wati
- Membantu modal usaha bakso agar Abah Sarkim tidak perlu mencari rongsok lagi
- Membantu kebutuhan nutrisi dan perawatan Wati di rumah
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka.
-
June, 24 2026
Campaign is published
