ImageAnak Yatim Rela Putus Sekolah Demi Hidupi Keluarga...
Image

Anak Yatim Rela Putus Sekolah Demi Hidupi Keluarga

Rp 7.859.560 terkumpul dari Rp 100.000.000
167 Donasi 2 bulan, 2 hari lagi

"Gak apa-apa Fahmi putus sekolah dan cari uang, yang penting adik-adik Fahmi bisa sekolah" Ujar Fahmi

Gurat lelah terpancar dari raut wajahnya, tangannya membawa kotak dagangan buah nanas yang masih penuh belum laku terjual hingga sore hari.

Di usia 15 tahun, seharusnya Fahmi menikmati masa remaja bersama teman sebaya, dan fokus belajar di sekolah. Namun hidup berkata lain, sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan ketika Fahmi dalam kandungan sang ibu.

Fahmi dan kedua adiknya tumbuh tanpa kasih sayang sang ayah, sang ibu yang dulunya sebagai tulang punggung keluarga, sudah 2 tahun ini sakit-sakitan karena penyakit jantung yang dideritanya. Dengan terpaksa Fahmi harus putus sekolah dan mengantikan peran sang ibu menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan.

"Sebelumnya saya kerja sebagai ART, tapi sekarang sudah gak kuat lagi kerja. Sering sesak nafas dan mudah lelah, kasian Fahmi harus jualan demi kami bisa makan" Ucap Bu Ela, Ibunda Fahmi

Anak sekecil ini harus menghabiskan separuh hidupnya untuk berjuang menafkahi ibu dan kedua adiknya, belum lagi ia juga harus merawat sang nenek yang sudah sangat renta. Beban di pundaknya begitu berat.

Setiap hari dari pagi hingga sore Fahmi berkeliling menjajakan dagangannya dan pada siang harinya sang adik menemani Fahmi berjualan. 

Tak setiap hari buah nanas yang dijualnya laku. Bisa dapat 30-40 ribu sehari saja sudah Alhamdulillah. Tapi untuk dapat penghasilan tersebut amatlah sulit. Tak jarang jika dagangannya belum habis terjual, Fahmi harus pulang sampai malam. Namun dibalik perjuangan tersebut, ia selalu sisihkan sedikit tabungan untuk sekolah adiknya.

“Nememin kak Fahmi jualan,  uang yang aku dapatkan selalu aku sisihkan buat keperluan sekolah, soalnya besok aku kalau besar ingin jadi dokter.”Ujar Rika, Adik Fahmi.

Namun sayang, binar wajahnya sedikit memudar saat ia bercerita duka yang ia alami. Rasa khawatir terus mendera batinnya. Ada perasaan takut ditabrak pengendara motor, takut diusir dan dimarahi. Namun sekuat tenaga ia lepas perasaan takut itu. Karena Fahmi harus berjuang keras agar keluarga kecilnya dapat bertahan hidup.

"Kalau lagi lelah, pengen cerita ini itu dan kangen bapak, meskipun Fahmi gak pernah liat bapak. Tapi sebisa mungkin Fahmi ziarah ke makam bapak" Ujar Fahmi

Sahabat Kebaikan, Fahmi sudah mengorbankan masa depannya agar adik-adiknya tetap memiliki masa depan.

Hari ini, kita bisa menjadi alasan agar perjuangan Fahmi tidak lagi ia pikul sendirian.

Mari ulurkan bantuan terbaik kita. Berapa pun yang Sahabat berikan, insyaAllah akan menjadi ikhtiar untuk membantu biaya hidup keluarga Fahmi, pengobatan sang ibu, kebutuhan sekolah adik-adiknya, serta menghadirkan kembali harapan di tengah keluarga kecil ini.

Klik tombol Donasi Sekarang dan jadilah bagian dari harapan baru untuk Fahmi dan keluarganya.

 

Disclaimer : Poroskebaikan.com tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi diatas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).

 

  • July, 6 2026

    Campaign is published

Insan Dermawan7 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.644
Aslamiati12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.714
Rana Lutfia Amani Pato12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 40.917
Praba12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.918
Mei12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.535
Bagikan melalui:
✕ Close